JAKARTA, DeiJournal – Presiden Prabowo Subianto kembali mengambil langkah bertenaga dalam menata efektivitas roda pemerintahan lewat keputusannya melakukan reshuffle Kabinet Prabowo pada Kamis (1/10/2026).
Perubahan komposisi yang tertuang secara resmi melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 104 B Tahun 2026 ini bukan sekadar pergeseran biasa, melainkan gelombang perombakan ketujuh sejak beliau memimpin Indonesia pada akhir 2024.
Penataan berulang ini mempertegas komitmen pemerintah untuk mengevaluasi kinerja jajaran menteri dan pimpinan lembaga strategis secara berkala demi mempercepat pencapaian program kerja nasional.
Rotasi Pejabat Kunci di Kementerian Koordinator dan Menteri Teknis
Dalam perombakan struktur kali ini, sejumlah menteri yang sebelumnya memegang portofolio teknis kini dipercaya menduduki jabatan kementerian koordinator yang lebih luas ruang lingkupnya.
Pergeseran ini dirancang untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan ekonomi dan keamanan nasional.
Berikut adalah rincian rotasi menteri utama dalam struktur pemerintahan yang baru:
Bahlil Lahadalia: Beralih dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjadi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Posisi baru ini mengamanatkannya untuk memimpin integrasi program hilirisasi nasional dan percepatan energi terbarukan.
Sugiono: Mantan Menteri Luar Negeri ini ditunjuk mengisi jabatan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menggantikan Pratikno.
Dudung Abdurrahman: Dipercaya menduduki posisi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) untuk menggantikan Djamari Chaniago.
Arrmanatha Nasir: Dipromosikan dari posisi Wakil Menteri Luar Negeri menjadi Menteri Luar Negeri untuk melanjutkan arah diplomasi Indonesia.
Muhammad Sarmudji: Resmi dilantik sebagai Menteri Perindustrian, menggantikan posisi yang sebelumnya diampu oleh Agus Gumiwang Kartasasmita.
Perubahan Pucuk Pimpinan Polri dan Penyesuaian Jajaran Wakil Menteri
Sektor penegakan hukum dan keamanan nasional turut mengalami perubahan signifikan. Pucuk pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi berganti setelah posisi Jenderal Listyo Sigit Prabowo diserahterimakan kepada Komjen Suyudi Ario Seto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Meski demikian, Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak keluar dari lingkaran strategis pemerintahan; beliau kini dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP).
Selain tingkat menteri, perombakan ini turut mencakup jajaran wakil menteri untuk memperkuat kinerja teknis di kementerian spesifik:
1. Drajad Hari Wibowo: Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
2. Nurkholisoh Ibnu Aman & Luki Alfirman: Dua pejabat baru yang ditunjuk memperkuat pos posisi Wakil Menteri Keuangan.
3. Muhammad Saleh Mustafa: Wakil Menteri Pertanian.
4. Irwan Meylano: Wakil Menteri yang membidangi Sektor Kehutanan, Kelautan, dan Perikanan.