JAKARTA, DeiJournal – Nama Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol) Suyudi Ario Seto menjadi perhatian publik seiring munculnya pembicaraan mengenai dinamika pergantian Kapolri.

Pengalamannya selama lebih dari tiga dekade di kepolisian, mulai dari satuan reserse hingga jabatan strategis di tingkat nasional, membuat perjalanan kariernya menarik untuk ditelusuri.

Saat ini, Suyudi menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 25 Agustus 2025. Sebelum memimpin lembaga tersebut, ia pernah menduduki sejumlah posisi penting, termasuk Wakapolda Metro Jaya dan Kapolda Banten.

Perjalanan karier Suyudi memperlihatkan pengalaman di berbagai bidang penegakan hukum. Mulai dari penanganan kriminalitas umum, kejahatan ekonomi khusus, kejahatan siber, hingga pemberantasan jaringan narkotika internasional.

Lantas, bagaimana profil dan rekam jejak Suyudi Ario Seto hingga dipercaya menduduki jabatan Kapolri?

Profil Suyudi Ario Seto dan Latar Belakang Pendidikan

Suyudi Ario Seto lahir pada 14 Juli 1973. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 yang mengawali pengabdiannya di lingkungan Polda Metro Jaya.

Dalam perjalanan pendidikannya, Suyudi melanjutkan studi di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003. Ia kemudian mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) pada 2018.

Kombinasi pendidikan dan pengalaman lapangan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kariernya di institusi Polri.

Berdasarkan catatan resmi BNN, Suyudi merupakan perwira tinggi yang memiliki pengalaman panjang dalam bidang kepolisian sebelum dipercaya memimpin lembaga pemberantasan narkotika tersebut.

Perjalanan Karier Suyudi Ario Seto di Polda Metro Jaya

Sebagian besar perjalanan awal karier Suyudi berlangsung di wilayah hukum Polda Metro Jaya. Ia memulai pengabdian melalui sejumlah penugasan operasional yang berkaitan dengan penanganan tindak pidana.


Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain:

Kanit II Resmob Polda Metro Jaya.

Kapolsek Metro Pasar Minggu.

Kapolsek Metro Tanah Abang.

Kapolsek Metro Penjaringan.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.

Kanit Jatanras Polda Metro Jaya.

Rangkaian penugasan tersebut memperlihatkan keterlibatan Suyudi dalam berbagai fungsi penyelidikan dan penyidikan.

Pengalaman menangani perkara kriminal di kawasan metropolitan juga menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum memasuki jenjang kepemimpinan di tingkat kewilayahan.

Deretan Jabatan Strategis Suyudi Sebelum Menjadi Kepala BNN

Karier Suyudi kemudian berkembang ke sejumlah jabatan pimpinan di lingkungan kepolisian daerah.

Pada 2014, ia dipercaya menjadi Kapolres Majalengka. Setahun berselang, penugasannya berlanjut sebagai Kapolres Bogor.

Pada 2016, Suyudi mendapatkan amanah sebagai Kapolresta Bogor Kota. Selanjutnya, pada 2017, ia menjabat Kapolres Metro Jakarta Pusat.

Pengalaman memimpin satuan kewilayahan tersebut kemudian berlanjut ketika Suyudi dipercaya mengisi posisi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada 2019.

Jabatan tersebut menempatkannya dalam fungsi penanganan berbagai perkara pidana umum di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Pernah Menangani Kejahatan Ekonomi dan Siber

Selain kriminalitas umum, Suyudi juga memiliki pengalaman di bidang kejahatan yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan teknologi informasi.

Ia pernah menjabat Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus serta Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam pemetaan rekam jejaknya karena kedua bidang tersebut memiliki karakteristik penanganan perkara yang berbeda.

Kejahatan ekonomi khusus berkaitan dengan berbagai tindak pidana di sektor ekonomi, sedangkan kejahatan siber membutuhkan pendekatan penyidikan yang berkaitan dengan teknologi digital.

Dari Wakapolda Metro Jaya Menjadi Kapolda Banten

Memasuki 2023, Suyudi dipercaya mengemban jabatan Wakapolda Metro Jaya.

Posisi tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum ia mendapatkan penugasan sebagai pimpinan kepolisian daerah.

Pada Juni 2024, Suyudi ditunjuk menjadi Kapolda Banten menggantikan Irjen Pol Abdul Karim.

Namun, masa tugasnya sebagai Kapolda Banten tidak berlangsung panjang. Pada Agustus 2025, ia dimutasi menjadi perwira tinggi Bareskrim Polri untuk penugasan di luar struktur organisasi.

Perjalanan tersebut kemudian berujung pada penugasan baru di lembaga pemerintah yang menangani persoalan narkotika.

Dilantik Prabowo sebagai Kepala BNN pada 2025

Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025 di Istana Negara, Jakarta.

Ia menggantikan Komjen Pol Marthinus Hukom yang sebelumnya memimpin lembaga tersebut.

Pengangkatan Suyudi tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 118/TPA Tahun 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan dari dan dalam jabatan tinggi utama di lingkungan BNN.

Ketika dilantik, Suyudi masih berpangkat Inspektur Jenderal Polisi. Selanjutnya, ia resmi memperoleh kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi atau jenderal bintang tiga melalui upacara Korps Raport pada 12 September 2025.

Informasi tersebut dikonfirmasi melalui keterangan resmi BNN mengenai pelantikan dan kenaikan pangkat Kepala BNN.

Rekam Jejak Suyudi Ario Seto dalam Pemberantasan Narkoba

Salah satu perkara besar yang menjadi sorotan selama kepemimpinan Suyudi di BNN adalah pengungkapan jaringan penyelundupan sabu seberat dua ton yang berkaitan dengan buronan internasional Dewi Astutik alias PA.

Dewi Astutik ditangkap di Sihanoukville, Kamboja, pada 1 Desember 2025 melalui operasi gabungan yang melibatkan aparat Indonesia dan otoritas setempat.

Kasus tersebut menjadi perhatian karena narkotika yang diselundupkan memiliki nilai yang diperkirakan mencapai Rp5 triliun.

Dalam konferensi pers pada 2 Desember 2025, Suyudi menyatakan bahwa pengungkapan dua ton sabu tersebut diperkirakan menyelamatkan sekitar delapan juta jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Angka tersebut merupakan estimasi yang disampaikan Kepala BNN, bukan penghitungan langsung terhadap jumlah individu yang terhindar dari penyalahgunaan narkoba.

Penangkapan Dewi Astutik juga memperlihatkan pentingnya koordinasi lintas negara dalam membongkar jaringan peredaran narkotika yang beroperasi secara internasional.

Tantangan BNN Tidak Hanya Penindakan

Pengungkapan jaringan narkotika internasional menjadi salah satu indikator aktivitas penegakan hukum BNN. Namun, pemberantasan narkoba juga memiliki dimensi lain yang tidak kalah penting.

BNN memiliki mandat menjalankan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Artinya, keberhasilan lembaga tersebut tidak hanya berkaitan dengan penangkapan pelaku dan penyitaan barang bukti, tetapi juga mencakup sejumlah aspek, seperti:

Pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui edukasi masyarakat.

Pengungkapan jaringan peredaran narkotika dalam dan luar negeri.

Penguatan koordinasi dengan aparat penegak hukum lintas negara.

Rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika.

Pengawasan terhadap peredaran gelap narkotika.

Dengan demikian, kepemimpinan Suyudi di BNN menghadapi tantangan untuk menjaga keseimbangan antara pendekatan penegakan hukum, pencegahan, dan rehabilitasi.

Penghargaan dan Tanda Kehormatan Suyudi Ario Seto

Selain berbagai penugasan struktural, Suyudi juga tercatat menerima sejumlah tanda kehormatan selama menjalankan tugas di kepolisian.

Beberapa penghargaan yang tercantum dalam riwayat pengabdiannya meliputi:

Satyalancana Pengabdian.

Satyalancana Jana Utama.

Satyalancana Ksatria Bhayangkara.

Satyalancana Bhakti Nusa.

Penghargaan tersebut merupakan bagian dari catatan perjalanan pengabdiannya di institusi Polri.

Pada Januari 2026, Suyudi juga memperoleh gelar Doktor Kehormatan atau Doctor Honoris Causa dalam bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara.

Apakah Suyudi Ario Seto Berpeluang Menjadi Kapolri Berikutnya?

Nama Suyudi muncul dalam pembicaraan mengenai dinamika pergantian Kapolri setelah Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Namun, pembicaraan mengenai calon pengganti Kapolri perlu dibedakan dari keputusan resmi pengangkatan pejabat negara.

Hingga informasi yang menjadi dasar artikel ini, belum terdapat keputusan resmi yang menetapkan Suyudi sebagai Kapolri berikutnya.

Secara faktual, Suyudi memiliki pengalaman di sejumlah posisi strategis, mulai dari satuan reserse, pimpinan kepolisian kewilayahan, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga Kepala BNN.

Riwayat tersebut memberikan gambaran mengenai perjalanan kariernya di lingkungan penegakan hukum.

Profil Suyudi Ario Seto pada akhirnya tidak hanya mencerminkan perjalanan seorang perwira dari satuan operasional menuju jabatan nasional, tetapi juga memperlihatkan luasnya penugasan yang pernah dijalani, termasuk dalam pemberantasan narkotika internasional. Sementara itu, isu mengenai posisi Kapolri berikutnya tetap perlu menunggu perkembangan dan keputusan resmi sesuai mekanisme yang berlaku.