JAKARTA, DeiJournal – Persaingan perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026 memasuki fase penting. Dua pembalap Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, masih berada dalam persaingan setelah 15 seri dari total 22 balapan musim ini.

Menjelang seri berikutnya di Jepang, Jorge Martin memimpin klasemen dengan 306 poin, disusul Marc Marquez dengan 294 poin dan Marco Bezzecchi dengan 264 poin. Dengan tujuh seri tersisa, persaingan masih terbuka.

Situasi tersebut membuat perhatian tertuju pada Aprilia. Dua pembalap pabrikan mereka sama-sama masih memiliki peluang matematis untuk mengejar gelar.

Aprilia Tidak Menerapkan Team Order

CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menegaskan timnya tidak akan menerapkan team order selama Martin dan Bezzecchi masih memiliki peluang secara matematis untuk menjadi juara dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Rivola ketika ditanya mengenai kemungkinan salah satu pembalap diminta memberikan jalan kepada rekan setimnya dalam perebutan gelar.

Menurut Rivola, selama peluang kedua pembalap masih terbuka, mereka akan tetap diperbolehkan berkompetisi.

Dengan kebijakan tersebut, Aprilia menghadapi situasi yang cukup unik. Dua pembalapnya bukan hanya menjadi rekan satu tim, tetapi juga bersaing untuk posisi teratas dalam klasemen pembalap.

Martin Kembali Memimpin

Jorge Martin berhasil merebut kembali posisi teratas setelah tampil kuat pada GP Austria di Red Bull Ring.

Pembalap asal Spanyol itu meraih pole position, memenangkan Sprint, kemudian finis kedua dalam balapan utama. Hasil tersebut membuatnya kembali berada di puncak klasemen dengan keunggulan 12 poin atas Marc Marquez.

Bezzecchi juga tampil kompetitif di Austria. Ia mengamankan podium dan membantu Aprilia menempatkan tiga motor RS-GP26 di empat besar balapan tersebut.

Namun, posisi Bezzecchi saat ini masih tertinggal 42 poin dari Martin.

Bezzecchi Masih Memburu

Bezzecchi tidak menganggap persaingan telah selesai.

Pembalap Italia tersebut mengatakan putaran Asia akan menjadi kesempatan untuk terus mengejar Martin dan Marquez. Setelah Jepang, kalender MotoGP berlanjut ke Indonesia, Australia dan Malaysia.

MotoGP Jepang akan menjadi seri ke-16 musim 2026 dan dijadwalkan berlangsung pada 2–4 Oktober di Mobility Resort Motegi.

Rangkaian balapan Asia menjadi penting karena berlangsung dalam periode yang relatif padat. Setelah Jepang, para pembalap akan menghadapi beberapa seri berikutnya dalam rentang waktu yang berdekatan.

Martin Menghadapi Persoalan Fisik

Di tengah persaingan klasemen, kondisi fisik Martin juga menjadi perhatian.

Martin sebelumnya mengalami masalah arm pump pada GP San Marino. Kondisi tersebut sempat memunculkan kemungkinan dirinya menjalani operasi sebelum menghadapi rangkaian balapan berikutnya.

Namun, setelah tampil di Austria, Martin mengatakan kondisinya membaik dan ia tidak perlu menjalani operasi sebelum GP Jepang. Ia mengakui belum berada dalam kondisi 100 persen, tetapi merasa jauh lebih baik dibandingkan saat balapan di Misano.

Keputusan tersebut membuat Martin dapat melanjutkan persiapan menghadapi rangkaian balapan Asia.

Persaingan Tiga Pembalap

Dengan klasemen sementara yang hanya terpaut 42 poin antara Martin dan Bezzecchi, perebutan gelar MotoGP 2026 masih melibatkan tiga pembalap utama: Martin, Marquez dan Bezzecchi.

Martin memiliki posisi teratas saat ini, sementara Marquez hanya terpaut 12 poin. Bezzecchi berada 42 poin di belakang rekan setimnya.

Masih tersedianya tujuh seri berarti perubahan klasemen masih sangat mungkin terjadi dari satu balapan ke balapan berikutnya.

Bagi Aprilia, situasi tersebut sekaligus menjadi tantangan internal. Mereka memiliki dua pembalap yang berada dalam persaingan gelar, tetapi sejauh ini manajemen menyatakan tidak akan memprioritaskan salah satunya selama peluang matematis keduanya tetap terbuka.

Kini perhatian beralih ke Motegi. Seri Jepang akan menjadi awal rangkaian balapan Asia yang dapat memberikan perubahan baru terhadap peta persaingan MotoGP 2026.