JAKARTA, DeiJournal – Persaingan di segmen SUV listrik kompak Indonesia berpotensi semakin ramai setelah dua kode kendaraan yang diduga kuat merupakan BYD Atto 2 tercatat dalam database Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) DKI Jakarta.

Dua kode tersebut adalah SC3E-ETD-1 (4×2) AT dengan NJKB sekitar Rp281 juta dan SC3E-STD-1 (4×2) AT dengan NJKB sekitar Rp245 juta. Namun, angka NJKB tersebut bukan harga jual kendaraan kepada konsumen karena merupakan nilai yang digunakan dalam perhitungan perpajakan kendaraan.

Kemunculan data tersebut memperkuat indikasi bahwa BYD sedang menyiapkan kemungkinan kehadiran Atto 2 di pasar Indonesia. Meski demikian, hingga 24 September 2026 belum ada pengumuman resmi BYD Indonesia mengenai waktu peluncuran, harga maupun spesifikasi Atto 2 untuk pasar Indonesia. Pihak BYD sebelumnya menyebut pencatatan kendaraan berkaitan dengan strategi perencanaan produk.

SUV Kompak di Antara Atto 1 dan Atto 3

Atto 2 diposisikan sebagai SUV atau crossover listrik kompak. Model ini berada di antara BYD Atto 1 dan BYD Atto 3 dalam jajaran produk BYD.

Dimensinya tercatat sekitar 4.310 mm panjang, 1.830 mm lebar, 1.675 mm tinggi, dengan jarak sumbu roda 2.620 mm. Ukuran tersebut menempatkannya pada kelas kendaraan yang relatif mudah digunakan untuk mobilitas perkotaan.

Model Atto 2 yang telah dipasarkan di sejumlah negara menggunakan baterai Blade Battery berbasis LFP. Versi yang sebelumnya dikenal memiliki baterai 45,12 kWh, sedangkan versi terbaru yang diluncurkan di China mendapatkan pilihan baterai hingga 51,13 kWh.

Versi Terbaru Menawarkan Jarak Tempuh 501 Km

BYD baru-baru ini memperkenalkan pembaruan Atto 2 di pasar China. Versi tertingginya menggunakan baterai 51,13 kWh dan diklaim mampu menempuh hingga 501 kilometer berdasarkan standar CLTC.

Model terbaru tersebut menggunakan motor listrik tunggal di bagian depan dengan tenaga 70 kW atau sekitar 94 hp dan torsi maksimum 180 Nm. Pilihan baterainya mencakup kapasitas 32 kWh, 45,12 kWh dan 51,13 kWh, tergantung varian.

Angka jarak tempuh tersebut menggunakan standar CLTC China. Karena itu, angka tersebut tidak dapat langsung disamakan dengan hasil pengujian WLTP atau standar pengujian lain.

Jika Masuk Indonesia, Segmennya Cukup Menarik

Kehadiran Atto 2 akan menambah pilihan di kelas SUV listrik kompak yang mulai berkembang di Indonesia.

Saat ini BYD sendiri telah memiliki beberapa model listrik di pasar Indonesia, termasuk Atto 1, Dolphin, Atto 3, M6, Seal dan Sealion 7. Dengan Atto 2, posisi produk BYD dapat menjadi lebih berlapis, mulai dari kendaraan listrik berukuran kecil hingga SUV berukuran lebih besar.

Bagi pasar, tambahan model baru berarti persaingan tidak hanya terjadi antarprodusen kendaraan listrik. SUV listrik juga berhadapan dengan kendaraan bermesin bensin yang telah lebih dahulu kuat di kelas crossover kompak.

Karakter Atto 2 sebagai SUV listrik berukuran relatif ringkas membuat model ini berpotensi menyasar konsumen perkotaan yang menginginkan posisi duduk SUV tetapi tetap membutuhkan kendaraan yang praktis.

Harga Indonesia Masih Menjadi Pertanyaan

Salah satu hal yang paling banyak ditunggu adalah harga.

NJKB sekitar Rp245 juta hingga Rp281 juta tidak dapat digunakan sebagai patokan harga OTR. Masih terdapat berbagai komponen lain sebelum sebuah kendaraan memiliki harga jual kepada konsumen, termasuk pajak dan biaya lainnya.

Sebagai gambaran, Atto 2 versi terbaru di China ditawarkan mulai sekitar 74.800 yuan, sedangkan varian tertingginya mencapai 15.630 dolar AS menurut laporan mengenai peluncuran terbaru. Harga tersebut tentunya tidak bisa langsung dikonversikan menjadi harga Indonesia karena struktur pajak, spesifikasi, strategi pemasaran dan biaya distribusi setiap negara berbeda.

Menunggu Kepastian BYD

Dengan munculnya kode kendaraan di database Indonesia dan semakin berkembangnya pasar mobil listrik, Atto 2 menjadi salah satu model yang menarik untuk diperhatikan.

Namun sampai ada pengumuman resmi dari BYD Indonesia, status Atto 2 di Indonesia masih sebatas indikasi persiapan produk, bukan kendaraan yang sudah resmi diluncurkan.

Jika benar masuk ke pasar Indonesia, Atto 2 akan menambah pilihan SUV listrik kompak sekaligus memperlihatkan semakin ketatnya persaingan di pasar kendaraan listrik nasional.