JAKARTA, DeiJournal – Sebanyak 476 peserta ambil bagian dalam Kejuaraan Renang Piala Panglima TNI yang digelar Kodam XVII/Cenderawasih di Kolam Renang Yonif 751/Vira Jaya Sakti, Kabupaten Jayapura, Papua. Kejuaraan yang berlangsung 25-27 September 2026 itu mempertandingkan 1.529 nomor lomba dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan kejuaraan tersebut tidak hanya diarahkan sebagai bagian dari peringatan HUT TNI, tetapi juga menjadi sarana pembinaan olahraga dan pencarian bibit atlet renang potensial dari Papua.

Kejuaraan mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Disiplin dan Berprestasi Bersama TNI” dengan melibatkan pelajar, masyarakat serta komunitas olahraga renang. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai kategori di bawah tujuh tahun hingga senior berusia 19 tahun ke atas.

Febriel mengatakan olahraga dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter generasi muda, selain menjaga kesehatan dan kebugaran. Kompetisi renang, menurut dia, juga dapat menanamkan sportivitas, disiplin, keberanian, kerja keras dan sikap pantang menyerah.

“Bagi generasi muda Papua, saya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi, menyalurkan energi secara positif, serta melahirkan bibit-bibit atlet yang mampu mengharumkan nama Papua dan Indonesia di tingkat yang lebih tinggi,” kata Febriel dalam sambutannya, Jumat (25/9/2026).

Dari total peserta, sebanyak 66 atlet berasal dari kelompok umur enam, 96 atlet kelompok umur lima, 108 atlet kelompok umur empat, 80 atlet kelompok umur tiga, 55 atlet kelompok umur dua, 48 atlet kelompok umur satu dan 23 atlet kategori senior.

Sejumlah nomor dipertandingkan dalam kejuaraan tersebut, di antaranya gaya bebas 50, 100 dan 200 meter; gaya dada 50, 100 dan 200 meter; gaya punggung 50 dan 100 meter; gaya kupu-kupu 50 dan 100 meter; gaya ganti 200 meter serta estafet 200 meter.

Namun, keberhasilan menjaring bibit atlet tidak hanya bergantung pada ramainya peserta dan banyaknya nomor pertandingan. Tantangan berikutnya adalah memastikan atlet yang menunjukkan potensi mendapatkan pembinaan secara konsisten setelah kejuaraan berakhir.

Ketua Panitia sekaligus Kajasdam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Edi Purwoko mengatakan penyelenggaraan kejuaraan merupakan tindak lanjut perintah Pangdam XVII/Cenderawasih dan hasil koordinasi dengan Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, KONI Papua serta Balai Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Papua.

Para atlet berprestasi nantinya mendapatkan piagam bersama dari Kodam XVII/Cenderawasih dan Pemerintah Provinsi Papua. Dalam pelaksanaannya, Kodam juga menggandeng PRSI/Akuatik Indonesia Provinsi Papua sebagai mitra teknis.

Sekretaris Umum Pengprov Akuatik Indonesia Papua Prof. Dr. Saharuddin Ita mengatakan dukungan terhadap pembinaan olahraga akuatik perlu dilanjutkan secara berkelanjutan. Menurut dia, kompetisi dapat menjadi salah satu pintu masuk lahirnya atlet berprestasi apabila diikuti pembinaan yang konsisten.

Pembinaan tersebut, kata Saharuddin, membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk orang tua, pelatih dan organisasi olahraga. Dengan demikian, atlet yang teridentifikasi memiliki potensi tidak berhenti pada prestasi dalam satu kejuaraan saja.

Kejuaraan ini juga mempertemukan unsur TNI, pemerintah daerah, organisasi olahraga, sponsor, pelatih, official dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas ruang pembinaan sekaligus menciptakan ekosistem olahraga bagi generasi muda Papua.

Kodam XVII/Cenderawasih menyatakan atlet-atlet yang berprestasi akan didorong untuk mengikuti pembinaan lanjutan. Jika mekanisme pemantauan dan pembinaan tersebut berjalan konsisten, ajang Panglima TNI Cup tidak sekadar menjadi agenda peringatan HUT TNI, tetapi dapat menjadi salah satu tahapan dalam regenerasi atlet renang Papua.